"Apakah pantas seseorang itu dikatakan berakal, jika dia menjual Surga dengan syahwat yang sesaat?"

Social Icons

"Demi Allah! Eksistensi seorang Pemuda ditentukan oleh Ilmu dan Taqwanya, jika dua hal ini tidak ada, maka sejatinya dia bukanlah pemuda!"
Al-Imam Asy-Syafi'i -rahimahullah-

Pages

Showing posts with label Surat untuk Saudaraku. Show all posts
Showing posts with label Surat untuk Saudaraku. Show all posts

Friday, 15 January 2016

MUSLIMAH.. BERBAHAGIALAH!



Selamat!
Karena kau adalah muslimah. Allah menjanjikan surga bagi setiap muslim. Dan janji Allah itu benar!
Wahai muslimah, tahukah betapa mulianya dirimu? Allah menurunkan risalah Islam di saat dunia merendahkan wanita. Dunia saat itu memandang hina wanita dan menjadikannya bagai barang-barang saja. Maka Allah memuliakan wanita dengan menurunkan Islam. Ah, coba kau baca sejarah dunia saat itu.
Wahai muslimah, demi kehormatanmu darah siap ditumpahkan. Sadarkah? Atau sudah cukup pekat gelapnya pandanganmu?
Kini, saat khilafah tidak ada lagi, wanita dijadikan komoditi dan alat pemuas nafsu. Hanya yang dirahmati Allah yang selamat.
Musuh-musuh Islam menghancurkan wanita. Kenapa mereka begitu semangat meneriakkan apa yang mereka sebut ‘kebebasan wanita’? Apa yang diinginkan? Mereka mencela hijab dengan cacian dan tuduhan.
Hijab adalah belenggu!
Hijab adalah kemah yang diikat di leher!
Itu ucapan mereka! Lalu mereka mencontohkan gaya berpakaian yang ‘sopan’ padahal tak pantas. Mereka katakan ini kebebasan? Tidak benar! Mereka bohong. Mereka hanya ingin melihat betapa hinanya wanita. Mereka hanya ingin memuaskan syahwat di manapun dan kapanpun mereka mau. Mereka ingin menikmati wanita dengan cara mudah. Kemudian lahirlah generasi bobrok yang membebek pada mereka. Ya, musuh-musuh Islam itu tidak akan puas hingga kalian ada di bawah telapak kakinya. Hingga kalian mengekor padanya. Walau masuk ke lubang biawak sekalipun!
Wahai saudariku muslimah! Tak ada kebaikan yang mereka inginkan sedikitpun. Mereka sendiri berada dalam kegelapan dan kesesatan. Rusaknya moral, narkoba, seks bebas, bunuh diri, hedonisme itu sudah menjadi hari-hari mereka.
Bukalah mata kalian! Lihatlah kenyataan ini!
Wahai muslimah. Mereka juga berusaha menjauhkan kalian dari Islam. Merontokkan rasa bangga pada diri kalian. Merenggut kehormatan kalian. Dan akhirnya melucuti keimanan kalian. Padahal keimanan adalah kebahagiaan dunia dan akhirat.
Ya, sejatinya mereka ingin merusak Islam, salah satunya dengan merusak para muslimah.
Saudariku muslimah, betapa mulianya kalian. Seandainya kalian tahu, kalian itu istimewa. Jika kalian tetap dalam keislaman, terus memupuk keimanan, mempelajari ajaran-ajarannya, mengaplikasikannya dalam kehidupan, dan ikut mengajak saudari kalian yang lainnya untuk menetapi kebenaran. Betapa bahagianya.

sumber: anwarsuradi.blogspot.com

Sunday, 11 May 2014

Saudariku, Jangan Kalian Meniru Wanita Jahiliyah Modern! Bag.1

Ketagihan adalah satu dampak negatif media sosial. Satu dampak negatif lainnya yang lebih berat mudharatnya adalah timbulnya fitnah pada diri pribadi, keluarga hingga negara.
Saudariku, Jangan Kalian Meniru Wanita Jahiliyah Modern!
ILUSTRASI
Wahai saudariku, kau adalah wanita Mukminah. Isi akun-akunmu menunjukkan isi hati dan pikiranmu, maka hati-hatilah menulis sesuatu

(Halaman 1 dari 2)
Oleh: Abdullah al-Mustofa
SEORANG akhwat aktivis dakwah di akun Facebook-nya mengeluhkan ada seorang laki-laki tak dikenal mengirim pesan singkat berisi kata-kata yang kurang berkenan di hatinya ke nomor HP (handphone) nya. Padahal, katanya, dia tidak pernah memberikan nomor HP sembarangan kepada laki-laki. Jika akunnya dilihat, dia suka mengupdate akunnya dengan tulisan dan foto-foto selain yang berkaitan dengan hal-hal yang penting seperti dakwah dan ilmu, juga hal-hal yang remeh-temeh seperti aktivitas makan, makanan yang disukai dan jalan-jalan.
Seorang istri dari ustadz kaliber internasional juga mengeluhkan di status Facebook-nya ada laki-laki yang mengomentari dengan kata-kata yang kurang berkenan di hatinya. JIka dilihat, di akunnya dia suka dan sering mengupdate statusnya dengan tulisan dan foto-foto aktivitas-aktivitas pribadi dan keluarga  seperti jalan-jalan dan rekreasi.

Saudariku, Jangan Kalian Meniru Wanita Jahiliyah Modern! Bag.2


Saudariku, Jangan Kalian Meniru Wanita Jahiliyah Modern!
ILUSTRASI
Wahai saudariku, kau adalah wanita Mukminah. Isi akun-akunmu menunjukkan isi hati dan pikiranmu, maka hati-hatilah menulis sesuatu

(Halaman 2 dari 2)
Ajakan dan Harapan
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنََ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nuur [24]:31)
Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu Wata’ala memberikan beberapa perintah dan larangan untuk ditaati wanita-wanita beriman yang hidup pada masa diturunkannya ayat di atas, pada masa kini hingga akhir jaman. Salah satu larangan Allah Subhanahu Wata’ala adalah meniru perbuatan wanita-wanita jahiliyah di masa Rasulullah saw, berupa memukulkan atau menghentakkan kaki di tanah ketika berjalan agar diketahui gelang yang mereka pasang di pergelangan kaki.
Para wanita jahiliyiah di masa itu mempunyai kesukaan caper  dari laki-laki. Cara-caranya belum secanggih, semasif dan seinstan jaman ini. Cara-caranya masih sangat sederhana. Ada beragama cara, salah satunya adalah dengan membunyikan suara gemerincingan gelang di kaki mereka dengan menghentakkan kaki ketika berjalan.
Wahai saudariku, kau adalah wanita Mukminah. Isi akun-akunmu menunjukkan isi hati dan otak kalian,

Monday, 11 November 2013

Welcome My Sisters and Brothers!

بسم الله الرحمن الرحيم

“Ya akhi! Apa yang telah kau persembahkan untuk Islam?”
Kita tahu pasti bahwa Islam ini adalah agama Allah, dan Islam ini pasti menang, cepat atau lambat itu bukan masalah, suka atau tidak suka musuh-musuh Islam itu bukan masalah, sedikit atau banyak pengikutnya itu bukan masalah. Karena Islam pasti menang!
So, sebagai seorang muslim, apa saham yang telah kita tanam untuk untuk kemenangan ini? Apa yang telah kita persembahkan untuk Islam? Apakah kita hanya sekedar menjadi penonton? Atau malah menjadi penentang? Atau kita menjual diri kita pada Allah dan menjadi pejuang di jalan-Nya? Jalan Allah, jalan yang ditempuh para manusia mulia, para manusia pilihan, jalan menuju keabadian, keabadian di alam yang penuh kenikmatan.
Ingatkah engkau pada para pemuda kahfi? Para pemuda tangguh yang tegap berdiri melawan tirani musyrik, dengan tegas mereka berkata : “Rabb kami hanyalah Allah, dan kami tidak menyembah Tuhan-tuhan selain-Nya!”. Mereka para pemuda langit, dan Allah pun tak segan-segan mengabadikan kidah mereka di dalam Al-Qur’an agar menjadi contoh dan pelajaran bagi umat setelahnya, terutama kita Para Pemuda Muslim. Akhi... lihatlah! Bacalah kisah mereka! Teladanilah mereka!
Demi mempertahankan aqidah mereka, merekapun berlari membawa aqidahnya menuju goa. Mereka berlari dari keganasan orang-orang musyrik, dan lari dari apa yang mereka sembah selain Allah, serta berlepas diri darinya.
Apakah mereka berlari karena merasa ciut? TIDAK!! Mereka berlari setelah memproklamirkan pengingkaran dan penolakan terhadap orang-orang musyrik beserta apa-apa yang mereka sembah. Yang dikemudian hari memberi pengaruh yang sangat kuat bagi penduduk negeri itu, yaitu di saat Allah menidurkan mereka di dalam goa selama 309 tahun, mereka berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah, dan saat mereka keluar dari goa itu, mereka mendapati masyarakatnya sudah beriman, bahkan rajanya juga sudah beriman.
Lihatlah lagi Generasi Pemenang! Semisal ‘Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas’ud, Mush’ab bin Umair, Mu’adz bin Jabal, dan pemuda-pemuda yang lain –semoga Allah meridhai mereka semua-. Mereka telah mempersembahkan jiwa dan harta mereka untuk Islam, hingga Allah pun menggantikan semua itu dengan yang lebih baik dan lebih kekal, yaitu Surga yang penuh kenikmatan. Mereka cucurkan darahnya untuk meninggikan kalimat Tauhid ‘La ilaaha illallaah’ Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah!
Oke, biarkanlah para shahabat mendahului kita dengan kudanya, tak apalah kita hanya menunggang keledai yang lamban, asalkan jalan yang kita tempuh sama, insya Allah kita kan berjuma dengan mereka di ujung jalan nanti!
Lantas, apa yang akan engkau perbuat?
-----------------

2 Muharram 1435 H/6 Nopember 2013 M , Rabu